Minggu, 21 Juni 2020


BAB II
PEMBAHASAN
2.1       PENGERTIAN ANGGARAN KAS
            Pengertian Budget Kas Dimaksudkan dengan Budget Kas (Cash Budget) ialah Budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah Kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu-kewaktu selama periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan Kas, maupun perubahan yang berupa pengeluaran Kas, bisa juga disebut bahwa anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tertentu.
            Pengertian Anggaran Kas menurut para ahli
1.      Bambang Riyanto menyatakan bahwa cash budget adalah estimasi terhadap posisi kas untuk periode tertentu yang akan datang.
2.      Erich a. Helfert menyatakan bahwa anggaran kas adalah sarana perencanaan bulan demi bilan atau minggu demi minggu yang sangat spesifik, biasanya disusun oleh staf keuangan suatu perusahaan.
3.      Munandar mengemukakan bahwa cash budget adalah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa pengeluaran kas, maupun yang berupa penerimaan kas.
4.      Hecket, Wilson dan Campbell menyatakan definisi dari anggaran kas adalah merupakan program penjualan dan biaya yang terkoordinasi serta terkorelasi dengan perubah an-perubahan neraca, penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.
5.      Welsch, Hilton dan Gordon menyatakan bahwa anggaran kas menunjukkan arus uang masuk dan keluar yang direncanakan dan posisi terakhir pada periode waktu interim tertentu, misalnya akhir bulan.
6.       M. Nafarin menyatakan bahwa anggaran kas menunjukkan kebutuhan kas dalam jangka pendek yang merupakan bagian dari financial planning perusahaan, yang umumnya disusun menurut jangka waktu satu tahun bagi dalam investasi tertentu seperti bulanan, kuartalan, dan enam bulanan.
2.2       TUJUAN ANGGARAN KAS
Tujuan utama penyusunan anggaran kas (cash budget) adalah untuk:
1.      Memberikan taksiran posisi kas akhir setiap periode sebagai akibat dari operasional perusahaan.
2.      Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya, sekaligus untuk menentukan kebutuhan pembiayaan atas kelebihan kas mengangsur untuk investasi.
3.      Menyelaraskan kas dengan total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, dan utang.
4.       Dipakai sebagai alat pemantau posisi kas secara terus-menerus.
5.      untuk merencanakan penganggaran kas yang seoptimal mungkin, yaitu rencana untuk menyediakan kas yang cukup baik dalam jumlah maupun waktunya.

Sedangkan menurut Ellen Christina, dkk cash budget sebagai alat perencanaan perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.      Menentukan posisi kas pada berbagai waktu dengan membandingkan uang kas masuk dengan uang kas keluar.
2.      Memperkirakan kemungkinan terjadinya defisit atau surplus.
3.      Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang, dimana bila terjadi defisit, perusahaan perlu mencari dana tambahan baru dan sebaliknya bila perusahaan mengalami surplus maka perusahaan harus memilih alternatif penggunaan yang paling menguntungkan.
4.      Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.
5.       Sebagai dasar otoritas dana anggaran yang disediakan.
6.      Sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas sebenarnya. Anggaran kas yang dikelola dengan baik sangat diperlukan dalam perusahaan, karena anggaran kas merupakan proyeksi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam periode tertentu


2.3  Pendekatan Penyusunan Anggaran Kas
1.      Anggaran kas jangka pendek yang merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-hari. Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan. Anggaran kas seperti ini berfungsi sebagai alat pemberian otorisasi kas keluar secara terus menerus disesuaikan dengan arus kas masuk dan situasi keuangan pada umumnya. Perusahaan dapat menyusun anggaran kas jangka pendek, bisa mingguan, bulanan atau kuartalan untuk tujuan pemenuhan kebutuhan kas. Pendekatan kas masuk dan kas keluar Metode ini didasarkan pada analisis naik dan turun kas yang dianggarkan yang mencerminkan semua arus kas masuk dan arus kas keluar dari anggaran penjualan, anggaran biaya/ beban dan anggaran tambahan produk modal. Metode ini sering digunakan untuk anggaran kas jangka pendek sebagai bagian dari rencana tahunan, .
2.      Anggaran kas jangka panjang. Meliputi jangka waktu lima tahun sampai dengan jangka waktu sepuluh tahun. Bilamana corporate plan, maka jangka waktu anggaran jenis ini harus disesuaikan dengan waktu yang tercakup dalam corporate plan tersebut. Kegunaan dari anggaran kas ini adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan di dalam menambah dana dari sumber- sumber intern dan sekaligus memperkirakan saldo akhir tahun dari 7 tiap-tiap anggaran. Anggaran kas jangka panjang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan kebijaksanaan keuangan. Pendekatan akunting keuangan Titik tolak dari pendekatan ini adalah laba bersih diubah dari dasar akrual menjadi anggaran kas, artinya disesuaikan dengan perubahan rekening penundaan rekening bukan kas, seperti: beban/ biaya terutang, beban/ biaya bayar dimuka, depresiasi/ penyusutan/ penghapusan/ amortisasi. Metode ini lebih cocok untuk anggaran kas jangka panjang. Metode ini dikatakan pendekatan akunting keuangan karena cara penyusunan anggaran kas berdasarkan ikhtisar laba rugi dan rencana yang dihasilkan akunting keuangan.

2.4              SEKTOR BUDGET KAS
Ada dua jenis sektor kas
1.   Sektor Penerimaan Kas
a)      Penjualan tunai Barang Jadi yang diproduksikan.
b)       Penagihan Piutang.
c)      Penjualan Aktiva Tetap.
d)     Penerimaan Lain-lain (Non-Operating), seperti misalnya Penghasilan Bunga, Penghasilan Sewa, Penghasilan Divi- dend, dan sebagainya.

2.      Sektor Pengeluaran Kas
a)      Pembelian tunai Bahan Mentah.
b)       Pembayaran Utang.
c)      Pembayaran Upah Tenaga Kerja Langsung.
d)      Pembayaran Beaya Pabrik Tidak Langsung.
e)      Pembayaran Beaya Administrasi.
f)       Pembayaran Beaya Penjualan.
g)      Pembelian Aktiva Tetap.
h)      Pembayaran Lain-lain (Non-Operating), seperti misalnya pembayaran Beaya Bunga, pembayaran Beaya Sewa, dan sebagainya.

2.5              Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Kas
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan kas, antara lain:
a)      Anggaran penjualan, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang. Semakin besar jumlah penjualan akan memperbesar penerimaan kas.
b)       Keadaan persaingan di pasar. Persaingan yang lebih keras akan memperkecil pula penerimaan kas. Persaingan yang lebih lunak akan memungkinkan perusahaan memperbesar pula penerimaan kas.
c)       Posisi perusahaan dalam persaingan cukup kuat akan memperbesar penerimaan syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan perusahaan.
d)      Kebijaksanaan perusahaan dalam penagihan piutang. Penagihan piutang yang lebih aktif akan mempercepat penerimaan kas. Sedangkan sebaliknya, penagihan piutang yang kurang aktif akan memperlambat penerimaan kas.
e)      Anggaran perubahan aktiva tetap, khususnya rencana tentang pengurangan (penjualan) aktiva tetap.
f)        Rencana-rencana perusahaan tentang penerimaan-penerimaan kas dari sumber lain-lain (no operating), seperti misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen, dan sebagainya.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran kas
a)      Anggaran pembelian bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas) bahan mentah yang akan dibeli dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
b)      Keadaan persaingan para supplier bahan mentah di pasar persaingan yang lebih keras akan memperkecil pengeluaran kas.
c)      Posisi perusahaan terhadap pihak supplier bahan mentah. Bilamana posisi perusahaan cukup kuat, maka perusahaan lebih dapat "memaksakan" pembelian secara kredit, sehingga akan memperkecil pengeluaran kas.
d)     Syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh supplier bahan mentah.
e)      Anggaran upah tenaga kerja langsung. Semakin besar upah tenaga kerja langsung yang akan dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan.
f)        Anggaran biaya pabrik tidak langsung. Semakin besar biaya pabrik tidak langsung yang harus dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan.
g)      Anggaran biaya administrasi. Semakin besar biaya administrasi yang harus dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan.
h)       Anggaran perubahan aktiva tetap, khususnya rencana tentang penambahan aktiva tetap. Penambahan aktia tetap memperbesar pengeluaran kas. i. Rencana-rencana perusahaan tentang pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan lain-lain (non operating), seperti misalnya untuk biaya bunga, biaya sewa, dan sebagainya.


2.6              BENTUK ANGGARAN KAS
Bentuk anggaran kas bagi setiap perusahaan tidak mutlak sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing perusahaan. Tetapi terdapat suatu bentuk (format) yang dinilai baik dan sistematis 9 tentang penyusunan anggaran kas sekaligus laporan arus kas suatu perusahaan.
Menurut Rusdianto format anggaran kas terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1.      Aktifitas operasi, adalah berbagai aktifitas perusahaan yang berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menghasilkan produk sekaligus semua upaya yang berkaitan dengan menjual produk tersebut. Karena itu di dalam aktifitas tersebut tercakup beberapa aktifitas utama, sebagai berikut:
a)      Penjualan produk perusahaan
b)      Penerimaan piutang dari aktifitas penjualan kredit
c)      Pendapatan dari sumber diluar usaha utama
d)     Pembayaran tenaga kerja
e)      Pembelian bahan baku
f)       Pembayaran biaya-biaya overhead
g)       Pembayaran biaya-biaya pemasaran
h)       Pembayaran biaya-biaya administrasi dan umum

2.      Aktifitas investasi, adalah berbagai aktifitas yang terkait dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan. Seperti pembelian atau penjualan gedung, tanah, mesin, kendaraan, pembelian obligasi/ saham perusahaan lain, dan sebagainya.
3.      Aktifitas pembiayaan, adalah semua aktifitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumbernya beserta konsekuensinya. Misalnya penerbitan surat utang, penerbitan obligasi, penerbitan saham, pembayaran dividen, pelunasan utang, dan sebagainya.



2.7.      Teknik Penyusunan Anggaran kas
Anggaran kas disusun berdasarkan anggaran-anggaran lain yang telah disusun terlebih dahulu. Teknik penyusunan anggaran kas biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, yang secara garis besarnya sebagai berikut:
1.      Menyusun estimasi penerimaan pengeluaran kas (cash inflow) menurut rencana operasional perusahaan secara terperinci.
2.      Menyusun estimasi pengeluaran kas (cash outflow) secara terperinci.
3.      Menggabungkan kedua estimasi tersebut dalam bentuk arus kas (cash flow) sehingga dapat diketahui adanya defisit atau surplus karena rencana operasi perusahaan.
4.       Jika terjadi defisit atau saldo akhir dalam arus kas lebih rendah daripada persediaan kas yang ditetapkan perusahaan (jika perusahaan menetapkan persediaan kas minimal yang harus ada dalam perusahaan), maka perusahaan perlu menyusun estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber lainnya untuk menutupi defisit kas tersebut, beserta waktu pembayaran kembali.
5.      Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran adanya transaksi finansial. Anggaran kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara keseluruhan.
Menurut Bambang Riyanto tahap-tahap dalam penyusunan anggaran kas adalah sebagai berikut:
1.      Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran kas menurut rencana operasional perusahaan. Transaksi-transaksi disini merupakan transaksi operasi (operation transaction), pada tahap ini dapat diketahui adanya defisit/ surplus karena rencana operasinya perusahaan.
2.      Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber dana lainnya, yang diperlukan untuk  menutup defisit kas karena rencana operasinya perusahaan. Juga disusun estimasi pembayaran bunga kredit tersebut beserta waktu pembayarannya kembali. Transaksi-transaksi di sini merupakan transaksi finansial (financial transaction).
3.       Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran kas setelah adanya transaksi finansial, dan anggaran kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara keseluruhan.
Menurut Ellen Christina dkk, langkah-langkah dalam menyusun anggaran kas adalah sebagai berikut:
1.      Menyusun anggaran penagihan piutang.
2.       Menyusun anggaran penerimaan kas, yang biasanya terdiri dari pos penerimaan tunai, penagihan piutang dan penerimaan lain-lain.
3.      Menyusun anggaran pengeluaran kas. Anggaran pengeluaran kas ini biasanya mencakup pos-pos pembelian mesin, pembelian gudang, pembelian lain-lain, anggaran untuk biaya-biaya dan pengeluaran lain-lain.
4.       Menyusun anggaran kas yang sifatnya sementara. Artinya apabila terdapat saldo kas akhir yang minus atau negatif,maka perusahaan memerlukan pinjaman dari pihak luar dan sebagai konsekuensinya diperlukan pembayaran berupa bunga dan angsuran pokoknya. Yang perlu menjadi perhatian disini adalah pinjaman tersebut harus memperhitungkan pembayaran bunga dan angsuran pokoknya.
5.      Memperkirakan pembayaran bunga (apabila perusahaan melakukan pinjaman untuk menutupi defisit yang terjadi). Untuk itu diperlukannya skema pembayaran bunga yang lengkap.
6.       Menyusun anggaran kas akhir.  

2.7                   PENYUSUNAN ANGGARAN KAS
 Disini akan diberikan ilustrasi bagaimana teknik penyusunan anggaran kas secara lengkap, antara lain memberikan gambaran tentang beberapa hal sebagai berikut: transaksi operasi (operation transaction) kas, transaksi finansial (financial transaction) kas, dan anggaran kas final. Untuk operasionalnya akan diberikan contoh kasus dan pemecahannya dibawah ini Kasus dan pemecahan Kasus Merupakan ilustrasi yang terkait dengan aplikasi penyusunan anggaran kas dalam tiga tahapan (operation transaction, financial transaction dan final), yang kasusnya sebagai berikut:
 Kasus:
PT "UNPAM 552" mempunyai đata penyusunan anggaran kas selama 6 bulan (Januari Juni) tahun 2015 sebagai berikut:
a)      Estimasi Penerimaan Kas

No
Keterangan
Estimasi Penerimaan Kas (dalam ribuan Rupiah)
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
1
Hasil penjualan tunai
400
500
730
960
800
900
2
Piutang yang terkumpul
400
500
650
760
660
670
3
Penerimaan lainnya
200
200
220
180
140
124

            b).   Estimasi Pengeluaran Kas
No
Keterangan
Estimasi Pengeluaran Kas (dalam ribuan Rupiah)
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
1
Pembelian bahan baku secara tunai
600
600
500
550
600
600
2
Pembayaran upah buruh
250
250
200
250
250
300
3
Biaya penjualan
200
250
200
200
250
230
4
Biaya administrasi dan umum
350
350
400
400
400
420
5
Pajak penghasilan
-
-
100
-
-
-

            Saldo kas pada akhir bulan desember 2015 sebesar Rp. 100.000
ü  Persediaan besi kas ditetapkan sebesar Rp. 50.000
ü  Apabila posisi kas terjadi deficit bisa ditutup dengan pinjam di bank. Pinjaman dari bank diterima pada awal bulan  dan pembayaran bunga dilakukan pada akhir bulan. Pembayaran pinjaman dilakukan pada awal bulan berikutnya dengan bunga yang ditetpakan oleh bank sebesar 1 % per bulan
Pemecah Kasus
a.       Menyusun anggaran penerimaan dan pengeluaran kas (transaksi operasional) selama 6 bulan
Teknik penyusunan transaksi operasional kas dimulai dari mengelompokan seluruh aliran penerimaan kas dan seluruh aliran pengeluaran kas ( cash inflow dan cash outflow).

PT UNPAM 552
Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Kas
Januari-Juni 2016

Keterangan
Anggaran Penerimaan Dan Pengeluaran Kas (dalam ribuan Rupiah)
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Estimasi Penerimaan Kas:






Hasil penjualan tunai
400
500
730
960
800
900
Piutang yang terkumpul
400
500
650
760
660
670
Penerimaan lainnya
200
200
220
180
140
124
Jumlah Penerimaan Kas
1000
1200
1600
1900
1600
1604
Estimasi Pengeluaran Kas:






Pembelian bahan baku secara tunai
600
600
500
550
600
600
Pembayaran upah buruh
250
250
200
250
250
300
Biaya penjualan
200
250
200
200
250
230
Biaya administrasi dan umum
350
350
400
400
400
420
Pajak penghasilan
-
-
100
-
-
-
Jumlah pengeluaran kas
1400
1500
1400
1400
1500
1550
Surplus (Defisit)
(400)
(300)
200
500
100
144

b.      Menyusun skedul penerimaan dan pembayaaran pinjaman bank beserta bunganya
1.      Menentukan besarnya pinjaman yang akan diminta
Besarnya deficit kas pada bulan januari sebesar Rp. 400.000 dan bulan februari sebesar Rp. 300.000 maka perlu ditentukan berapa besarnya pinjaman pada bulan januari dan bulan februari tahun 2016
Ø  Besarnya pinjaman minimal pada bulan januari
Xj = deficit + kas minimal – saldo kas awal Thn + besarnya bunga pinjaman
Xj = 400.000 + 50.000 – (100.000 + 1 % )
Xj = 450.000 – 100.000 – 0,01 Xj
Xj – 0,01 Xj = 350.000
                Xj = 353.535,3535
                  Xj= 353.536
Ø  Besarnya pinjaman pada bulan februari
Besarnya tambahan pinjaman pada bulan februari (Xp)
Xp = deficit kas + kas minimal – saldo kas feb + besarnya bunga
Xp = 300.000 + 50.000 – (50.000 + 1 % Xp)
Xp-0,01 Xp = 300.000
        0,99 Xp = 300.000
                        Xp = 303.030,303 = 303.031
2.      Menyusun skedul penerimaan dan pembayaran pinjaman bank beserta bungannya
PT UNPAM 552
Skedul Penerimaan dan pembayaran Pinjaman Bank Beserta bungannya
Januari – juni 2016
keterangan
jan
feb
Mar
Apr
mei
jun
Saldo awal bunga

100.000
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
Terima pinjaman awal bunga
353.536
306.567
-
-
-
-
Angsuran pinjamaawal bulan
-
-
-
193.433
466.670
-
Kas tersedia pada awal bulan
453.536
306.567
50.000
50.000
78.663
178.663
Surplus (deficit)
400.000
300.000
200.000
500.000
100.000
144.000
Pembayaran bunga akhir bulan
3.536
6.567
6.567
4.667
-
-
Saldo akhir bulan
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
322.663
Pinjaman kumulatif awal bulan
353.536
660.103
660.103
466.670
-
-






c.       Anggaran kas final (gabungan antara transaksi operasional kas dan transaksi financial kas) selama 6 bulan
PT UNPAM 552
Anggaran Kas
Januari-Juni 2016

Keterangan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
I
Saldo kas awal bulan
100.000
50.000
50.000
234.433
545.333
178.663
II
Penerimaan Kas:







1.      Hasil penjualan tunai
400.000
500.000
730.000
960.000
800.000
900.000

2.      Piutang yang terkumpul
400.00
500.000
630.000
760.000
660.000
670.000

3.      Pinjaman dari Bank
353.536
306.567
-
-
-
-

4.       Penerimaan lainnya
200.000
200.000
220.000
180.000
140.000
124.000

Jumlah penerimaan kas
1.353.536
1.506.567
1.600.000
1.900.000
1.800.000
1.694.000

Jumlah Kas Keseluruhan
1.453.536
1.556.567
1.650.000
2.143.433
2.145.333
1.872.663
III
Pengeluaran Kas:







1.      Pembelian bahan baku secara tunai
600.000
600.000
500.000
550.000
600.000
600.000

2.      Pembayaran upah buruh
250.000
250.000
200.000
250.000
250.000
300.000

3.      Biaya penjualan
200.000
300.000
200.000
200.000
250.000
230.000

4.      Biaya administrasi dan umum
350.000
350.000
400.000
400.000
400.000
420.000

5.      Pajak penghasilan
-
-
100.000
-
-
-

6.      Pembayaran bunga
3.536
6.567
6.567
4.667
-
-

7.      Angsuran Pinjaman
-
-
-
193.433
466.670
-

Jumlah Pengeluaran Kas
1.403.536
1.506.567
1.406.567
1.598.100
1.966.670
1.550.000
IV
Saldo Kas Akhir Bulan
50.000
50.000
243.433
545.333
178.663
322.663


Tidak ada komentar:

Posting Komentar