BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
ANGGARAN KAS
Pengertian Budget Kas Dimaksudkan dengan
Budget Kas (Cash Budget) ialah Budget yang merencanakan secara lebih terperinci
tentang jumlah Kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu-kewaktu selama
periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan Kas, maupun
perubahan
yang berupa pengeluaran Kas, bisa juga disebut bahwa anggaran kas adalah
gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang
bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang
menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas
pada periode tertentu.
Pengertian Anggaran Kas menurut para
ahli
1. Bambang
Riyanto menyatakan bahwa cash budget adalah estimasi terhadap posisi kas untuk
periode tertentu yang akan datang.
2. Erich
a. Helfert menyatakan bahwa anggaran kas adalah sarana perencanaan bulan demi
bilan atau minggu demi minggu yang sangat spesifik, biasanya disusun oleh staf
keuangan suatu perusahaan.
3. Munandar
mengemukakan bahwa cash budget adalah budget yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke
waktu selama periode yang akan datang, baik perubahan yang berupa pengeluaran
kas, maupun yang berupa penerimaan kas.
4. Hecket,
Wilson dan Campbell menyatakan definisi dari anggaran kas adalah merupakan
program penjualan dan biaya yang terkoordinasi serta terkorelasi dengan perubah
an-perubahan neraca, penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.
5. Welsch,
Hilton dan Gordon menyatakan bahwa anggaran kas menunjukkan arus uang masuk dan
keluar yang direncanakan dan posisi terakhir pada periode waktu interim
tertentu, misalnya akhir bulan.
6. M. Nafarin menyatakan bahwa anggaran kas
menunjukkan kebutuhan kas dalam jangka pendek yang merupakan bagian dari
financial planning perusahaan, yang umumnya disusun menurut jangka waktu satu
tahun bagi dalam investasi tertentu seperti bulanan, kuartalan, dan enam
bulanan.
2.2 TUJUAN ANGGARAN KAS
Tujuan
utama penyusunan anggaran kas (cash budget) adalah untuk:
1. Memberikan
taksiran posisi kas akhir setiap periode sebagai akibat dari operasional
perusahaan.
2. Mengetahui
kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya, sekaligus untuk menentukan
kebutuhan pembiayaan atas kelebihan kas mengangsur untuk investasi.
3. Menyelaraskan
kas dengan total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, dan utang.
4. Dipakai sebagai alat pemantau posisi kas
secara terus-menerus.
5. untuk
merencanakan penganggaran kas yang seoptimal mungkin, yaitu rencana untuk menyediakan
kas yang cukup baik dalam jumlah maupun waktunya.
Sedangkan menurut Ellen Christina, dkk cash budget
sebagai alat perencanaan perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Menentukan
posisi kas pada berbagai waktu dengan membandingkan uang kas masuk dengan uang
kas keluar.
2. Memperkirakan
kemungkinan terjadinya defisit atau surplus.
3. Mempersiapkan
keputusan pembelanjaan jangka pendek dan jangka panjang, dimana bila terjadi defisit,
perusahaan perlu mencari dana tambahan baru dan sebaliknya bila perusahaan
mengalami surplus maka perusahaan harus memilih alternatif penggunaan yang
paling menguntungkan.
4. Sebagai
dasar kebijakan pemberian kredit.
5. Sebagai dasar otoritas dana anggaran yang
disediakan.
6. Sebagai
dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas sebenarnya. Anggaran kas
yang dikelola dengan baik sangat diperlukan dalam perusahaan, karena anggaran
kas merupakan proyeksi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam periode
tertentu
2.3 Pendekatan Penyusunan Anggaran Kas
1. Anggaran
kas jangka pendek yang merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-hari.
Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan. Anggaran kas seperti ini
berfungsi sebagai alat pemberian otorisasi kas keluar secara terus menerus
disesuaikan dengan arus kas masuk dan situasi keuangan pada umumnya. Perusahaan
dapat menyusun anggaran kas jangka pendek, bisa mingguan, bulanan atau
kuartalan untuk tujuan pemenuhan kebutuhan kas. Pendekatan kas masuk dan kas
keluar Metode ini didasarkan pada analisis naik dan turun kas yang dianggarkan
yang mencerminkan semua arus kas masuk dan arus kas keluar dari anggaran
penjualan, anggaran biaya/ beban dan anggaran tambahan produk modal. Metode ini
sering digunakan untuk anggaran kas jangka pendek sebagai bagian dari rencana
tahunan, .
2. Anggaran
kas jangka panjang. Meliputi jangka waktu lima tahun sampai dengan jangka waktu
sepuluh tahun. Bilamana corporate plan, maka jangka waktu anggaran jenis ini
harus disesuaikan dengan waktu yang tercakup dalam corporate plan tersebut.
Kegunaan dari anggaran kas ini adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan di
dalam menambah dana dari sumber- sumber intern dan sekaligus memperkirakan
saldo akhir tahun dari 7 tiap-tiap anggaran. Anggaran kas jangka panjang dapat
dipakai untuk pengambilan keputusan kebijaksanaan keuangan. Pendekatan akunting
keuangan Titik tolak dari pendekatan ini adalah laba bersih diubah dari dasar
akrual menjadi anggaran kas, artinya disesuaikan dengan perubahan rekening
penundaan rekening bukan kas, seperti: beban/ biaya terutang, beban/ biaya
bayar dimuka, depresiasi/ penyusutan/ penghapusan/ amortisasi. Metode ini lebih
cocok untuk anggaran kas jangka panjang. Metode ini dikatakan pendekatan akunting
keuangan karena cara penyusunan anggaran kas berdasarkan ikhtisar laba rugi dan
rencana yang dihasilkan akunting keuangan.
2.4
SEKTOR
BUDGET KAS
Ada dua jenis sektor
kas
1. Sektor Penerimaan Kas
a) Penjualan tunai Barang Jadi yang
diproduksikan.
b) Penagihan Piutang.
c) Penjualan Aktiva Tetap.
d) Penerimaan Lain-lain (Non-Operating), seperti
misalnya Penghasilan Bunga, Penghasilan Sewa, Penghasilan Divi- dend, dan
sebagainya.
2. Sektor
Pengeluaran Kas
a) Pembelian tunai Bahan Mentah.
b) Pembayaran Utang.
c) Pembayaran Upah Tenaga Kerja Langsung.
d) Pembayaran Beaya Pabrik Tidak Langsung.
e) Pembayaran Beaya Administrasi.
f) Pembayaran
Beaya Penjualan.
g) Pembelian
Aktiva Tetap.
h) Pembayaran Lain-lain (Non-Operating), seperti
misalnya pembayaran Beaya Bunga, pembayaran Beaya Sewa, dan sebagainya.
2.5
Faktor
yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Kas
1. Faktor-faktor
yang mempengaruhi penerimaan kas, antara lain:
a) Anggaran
penjualan, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas)
barang yang akan dijual dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
Semakin besar jumlah penjualan akan memperbesar penerimaan kas.
b) Keadaan persaingan di pasar. Persaingan yang
lebih keras akan memperkecil pula penerimaan kas. Persaingan yang lebih lunak
akan memungkinkan perusahaan memperbesar pula penerimaan kas.
c) Posisi perusahaan dalam persaingan cukup kuat
akan memperbesar penerimaan syarat pembayaran (term of payment) yang ditawarkan
perusahaan.
d) Kebijaksanaan perusahaan dalam penagihan
piutang. Penagihan piutang yang lebih aktif akan mempercepat penerimaan kas.
Sedangkan sebaliknya, penagihan piutang yang kurang aktif akan memperlambat
penerimaan kas.
e) Anggaran
perubahan aktiva tetap, khususnya rencana tentang pengurangan (penjualan)
aktiva tetap.
f) Rencana-rencana perusahaan tentang
penerimaan-penerimaan kas dari sumber lain-lain (no operating), seperti
misalnya penghasilan bunga, penghasilan sewa, penghasilan dividen, dan
sebagainya.
2. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pengeluaran kas
a) Anggaran
pembelian bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah
(kuantitas) bahan mentah yang akan dibeli dari waktu ke waktu selama periode
yang akan datang.
b) Keadaan
persaingan para supplier bahan mentah di pasar persaingan yang lebih keras akan
memperkecil pengeluaran kas.
c) Posisi
perusahaan terhadap pihak supplier bahan mentah. Bilamana posisi perusahaan
cukup kuat, maka perusahaan lebih dapat "memaksakan" pembelian secara
kredit, sehingga akan memperkecil pengeluaran kas.
d) Syarat
pembayaran (term of payment) yang ditawarkan oleh supplier bahan mentah.
e) Anggaran
upah tenaga kerja langsung. Semakin besar upah tenaga kerja langsung yang akan
dibayar, akan semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan.
f) Anggaran biaya pabrik tidak langsung. Semakin
besar biaya pabrik tidak langsung yang harus dibayar, akan semakin besar pula
pengeluaran kas yang akan dilakukan.
g) Anggaran
biaya administrasi. Semakin besar biaya administrasi yang harus dibayar, akan
semakin besar pula pengeluaran kas yang akan dilakukan.
h) Anggaran perubahan aktiva tetap, khususnya
rencana tentang penambahan aktiva tetap. Penambahan aktia tetap memperbesar
pengeluaran kas. i. Rencana-rencana perusahaan tentang pengeluaran-pengeluaran
kas untuk keperluan lain-lain (non operating), seperti misalnya untuk biaya
bunga, biaya sewa, dan sebagainya.
2.6
BENTUK
ANGGARAN KAS
Bentuk anggaran kas bagi setiap
perusahaan tidak mutlak sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan
masing-masing perusahaan. Tetapi terdapat suatu bentuk (format) yang dinilai
baik dan sistematis 9 tentang penyusunan anggaran kas sekaligus laporan arus
kas suatu perusahaan.
Menurut Rusdianto format anggaran kas
terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1. Aktifitas
operasi, adalah berbagai aktifitas perusahaan yang berkaitan dengan upaya
perusahaan untuk menghasilkan produk sekaligus semua upaya yang berkaitan
dengan menjual produk tersebut. Karena itu di dalam aktifitas tersebut tercakup
beberapa aktifitas utama, sebagai berikut:
a) Penjualan
produk perusahaan
b) Penerimaan
piutang dari aktifitas penjualan kredit
c) Pendapatan
dari sumber diluar usaha utama
d) Pembayaran
tenaga kerja
e) Pembelian
bahan baku
f) Pembayaran
biaya-biaya overhead
g) Pembayaran biaya-biaya pemasaran
h) Pembayaran biaya-biaya administrasi dan umum
2. Aktifitas
investasi, adalah berbagai aktifitas yang terkait dengan pembelian dan
penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Seperti pembelian atau penjualan gedung, tanah, mesin, kendaraan, pembelian
obligasi/ saham perusahaan lain, dan sebagainya.
3. Aktifitas
pembiayaan, adalah semua aktifitas yang berkaitan dengan upaya untuk mendukung
operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumbernya
beserta konsekuensinya. Misalnya penerbitan surat utang, penerbitan obligasi,
penerbitan saham, pembayaran dividen, pelunasan utang, dan sebagainya.
2.7. Teknik
Penyusunan Anggaran kas
Anggaran
kas disusun berdasarkan anggaran-anggaran lain yang telah disusun terlebih
dahulu. Teknik penyusunan anggaran kas biasanya dilakukan dalam beberapa tahap,
yang secara garis besarnya sebagai berikut:
1. Menyusun
estimasi penerimaan pengeluaran kas (cash inflow) menurut rencana operasional
perusahaan secara terperinci.
2. Menyusun
estimasi pengeluaran kas (cash outflow) secara terperinci.
3. Menggabungkan
kedua estimasi tersebut dalam bentuk arus kas (cash flow) sehingga dapat
diketahui adanya defisit atau surplus karena rencana operasi perusahaan.
4. Jika terjadi defisit atau saldo akhir dalam
arus kas lebih rendah daripada persediaan kas yang ditetapkan perusahaan (jika
perusahaan menetapkan persediaan kas minimal yang harus ada dalam perusahaan),
maka perusahaan perlu menyusun estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank
atau sumber-sumber lainnya untuk menutupi defisit kas tersebut, beserta waktu
pembayaran kembali.
5. Menyusun
kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran adanya transaksi
finansial. Anggaran kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi
operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan
pengeluaran kas secara keseluruhan.
Menurut
Bambang Riyanto tahap-tahap dalam penyusunan anggaran kas adalah sebagai
berikut:
1. Menyusun
estimasi penerimaan dan pengeluaran kas menurut rencana operasional perusahaan.
Transaksi-transaksi disini merupakan transaksi operasi (operation transaction),
pada tahap ini dapat diketahui adanya defisit/ surplus karena rencana
operasinya perusahaan.
2. Menyusun
perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber
dana lainnya, yang diperlukan untuk
menutup defisit kas karena rencana operasinya perusahaan. Juga disusun
estimasi pembayaran bunga kredit tersebut beserta waktu pembayarannya kembali.
Transaksi-transaksi di sini merupakan transaksi finansial (financial
transaction).
3. Menyusun kembali estimasi keseluruhan
penerimaan dan pengeluaran kas setelah adanya transaksi finansial, dan anggaran
kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi
finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara
keseluruhan.
Menurut
Ellen Christina dkk, langkah-langkah dalam menyusun anggaran kas adalah sebagai
berikut:
1. Menyusun
anggaran penagihan piutang.
2. Menyusun anggaran penerimaan kas, yang
biasanya terdiri dari pos penerimaan tunai, penagihan piutang dan penerimaan
lain-lain.
3. Menyusun
anggaran pengeluaran kas. Anggaran pengeluaran kas ini biasanya mencakup
pos-pos pembelian mesin, pembelian gudang, pembelian lain-lain, anggaran untuk
biaya-biaya dan pengeluaran lain-lain.
4. Menyusun anggaran kas yang sifatnya sementara.
Artinya apabila terdapat saldo kas akhir yang minus atau negatif,maka
perusahaan memerlukan pinjaman dari pihak luar dan sebagai konsekuensinya
diperlukan pembayaran berupa bunga dan angsuran pokoknya. Yang perlu menjadi
perhatian disini adalah pinjaman tersebut harus memperhitungkan pembayaran
bunga dan angsuran pokoknya.
5. Memperkirakan
pembayaran bunga (apabila perusahaan melakukan pinjaman untuk menutupi defisit
yang terjadi). Untuk itu diperlukannya skema pembayaran bunga yang lengkap.
6. Menyusun anggaran kas akhir.
2.7
PENYUSUNAN
ANGGARAN KAS
Disini akan diberikan ilustrasi bagaimana
teknik penyusunan anggaran kas secara lengkap, antara lain memberikan gambaran
tentang beberapa hal sebagai berikut: transaksi operasi (operation transaction)
kas, transaksi finansial (financial transaction) kas, dan anggaran kas final.
Untuk operasionalnya akan diberikan contoh kasus dan pemecahannya dibawah ini
Kasus dan pemecahan Kasus Merupakan ilustrasi yang terkait dengan aplikasi
penyusunan anggaran kas dalam tiga tahapan (operation transaction, financial transaction
dan final), yang kasusnya sebagai berikut:
Kasus:
PT
"UNPAM 552" mempunyai đata penyusunan anggaran kas selama 6 bulan
(Januari Juni) tahun 2015 sebagai berikut:
a) Estimasi
Penerimaan Kas
|
No
|
Keterangan
|
Estimasi Penerimaan Kas
(dalam ribuan Rupiah)
|
|||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
||
|
1
|
Hasil penjualan tunai
|
400
|
500
|
730
|
960
|
800
|
900
|
|
2
|
Piutang yang terkumpul
|
400
|
500
|
650
|
760
|
660
|
670
|
|
3
|
Penerimaan lainnya
|
200
|
200
|
220
|
180
|
140
|
124
|
b). Estimasi Pengeluaran Kas
|
No
|
Keterangan
|
Estimasi Pengeluaran Kas (dalam ribuan Rupiah)
|
|||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
||
|
1
|
Pembelian bahan baku
secara tunai
|
600
|
600
|
500
|
550
|
600
|
600
|
|
2
|
Pembayaran upah buruh
|
250
|
250
|
200
|
250
|
250
|
300
|
|
3
|
Biaya penjualan
|
200
|
250
|
200
|
200
|
250
|
230
|
|
4
|
Biaya administrasi dan
umum
|
350
|
350
|
400
|
400
|
400
|
420
|
|
5
|
Pajak penghasilan
|
-
|
-
|
100
|
-
|
-
|
-
|
Saldo kas pada akhir bulan desember
2015 sebesar Rp. 100.000
ü Persediaan
besi kas ditetapkan sebesar Rp. 50.000
ü Apabila
posisi kas terjadi deficit bisa ditutup dengan pinjam di bank. Pinjaman dari
bank diterima pada awal bulan dan
pembayaran bunga dilakukan pada akhir bulan. Pembayaran pinjaman dilakukan pada
awal bulan berikutnya dengan bunga yang ditetpakan oleh bank sebesar 1 % per
bulan
Pemecah
Kasus
a. Menyusun
anggaran penerimaan dan pengeluaran kas (transaksi operasional) selama 6 bulan
Teknik
penyusunan transaksi operasional kas dimulai dari mengelompokan seluruh aliran
penerimaan kas dan seluruh aliran pengeluaran kas ( cash inflow dan cash
outflow).
PT
UNPAM 552
Anggaran
Penerimaan Dan Pengeluaran Kas
Januari-Juni
2016
|
Keterangan
|
Anggaran Penerimaan Dan
Pengeluaran Kas (dalam ribuan Rupiah)
|
|||||
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
|
|
Estimasi Penerimaan Kas:
|
|
|
|
|
|
|
|
Hasil penjualan tunai
|
400
|
500
|
730
|
960
|
800
|
900
|
|
Piutang yang terkumpul
|
400
|
500
|
650
|
760
|
660
|
670
|
|
Penerimaan lainnya
|
200
|
200
|
220
|
180
|
140
|
124
|
|
Jumlah Penerimaan Kas
|
1000
|
1200
|
1600
|
1900
|
1600
|
1604
|
|
Estimasi Pengeluaran Kas:
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembelian bahan baku
secara tunai
|
600
|
600
|
500
|
550
|
600
|
600
|
|
Pembayaran upah buruh
|
250
|
250
|
200
|
250
|
250
|
300
|
|
Biaya penjualan
|
200
|
250
|
200
|
200
|
250
|
230
|
|
Biaya administrasi dan
umum
|
350
|
350
|
400
|
400
|
400
|
420
|
|
Pajak penghasilan
|
-
|
-
|
100
|
-
|
-
|
-
|
|
Jumlah pengeluaran kas
|
1400
|
1500
|
1400
|
1400
|
1500
|
1550
|
|
Surplus (Defisit)
|
(400)
|
(300)
|
200
|
500
|
100
|
144
|
b. Menyusun
skedul penerimaan dan pembayaaran pinjaman bank beserta bunganya
1. Menentukan
besarnya pinjaman yang akan diminta
Besarnya deficit kas
pada bulan januari sebesar Rp. 400.000 dan bulan februari sebesar Rp. 300.000
maka perlu ditentukan berapa besarnya pinjaman pada bulan januari dan bulan
februari tahun 2016
Ø Besarnya
pinjaman minimal pada bulan januari
Xj = deficit + kas
minimal – saldo kas awal Thn + besarnya bunga pinjaman
Xj = 400.000 + 50.000 –
(100.000 + 1 % )
Xj = 450.000 – 100.000
– 0,01 Xj
Xj – 0,01 Xj = 350.000
Xj =
353.535,3535
Xj= 353.536
Ø Besarnya
pinjaman pada bulan februari
Besarnya
tambahan pinjaman pada bulan februari (Xp)
Xp
= deficit kas + kas minimal – saldo kas feb + besarnya bunga
Xp
= 300.000 + 50.000 – (50.000 + 1 % Xp)
Xp-0,01
Xp = 300.000
0,99 Xp = 300.000
Xp
= 303.030,303 = 303.031
2. Menyusun
skedul penerimaan dan pembayaran pinjaman bank beserta bungannya
PT
UNPAM 552
Skedul
Penerimaan dan pembayaran Pinjaman Bank Beserta bungannya
Januari
– juni 2016
|
keterangan
|
jan
|
feb
|
Mar
|
Apr
|
mei
|
jun
|
|
Saldo awal bunga
|
100.000
|
50.000
|
50.000
|
243.433
|
545.333
|
178.663
|
|
Terima
pinjaman awal bunga
|
353.536
|
306.567
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
Angsuran
pinjamaawal bulan
|
-
|
-
|
-
|
193.433
|
466.670
|
-
|
|
Kas
tersedia pada awal bulan
|
453.536
|
306.567
|
50.000
|
50.000
|
78.663
|
178.663
|
|
Surplus
(deficit)
|
400.000
|
300.000
|
200.000
|
500.000
|
100.000
|
144.000
|
|
Pembayaran
bunga akhir bulan
|
3.536
|
6.567
|
6.567
|
4.667
|
-
|
-
|
|
Saldo
akhir bulan
|
50.000
|
50.000
|
243.433
|
545.333
|
178.663
|
322.663
|
|
Pinjaman
kumulatif awal bulan
|
353.536
|
660.103
|
660.103
|
466.670
|
-
|
-
|
c.
Anggaran kas final (gabungan antara
transaksi operasional kas dan transaksi financial kas) selama 6 bulan
PT
UNPAM 552
Anggaran
Kas
Januari-Juni
2016
|
|
Keterangan
|
Jan
|
Feb
|
Mar
|
Apr
|
Mei
|
Jun
|
|
I
|
Saldo kas awal bulan
|
100.000
|
50.000
|
50.000
|
234.433
|
545.333
|
178.663
|
|
II
|
Penerimaan Kas:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Hasil penjualan tunai
|
400.000
|
500.000
|
730.000
|
960.000
|
800.000
|
900.000
|
|
|
2. Piutang yang terkumpul
|
400.00
|
500.000
|
630.000
|
760.000
|
660.000
|
670.000
|
|
|
3. Pinjaman dari Bank
|
353.536
|
306.567
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
4.
Penerimaan
lainnya
|
200.000
|
200.000
|
220.000
|
180.000
|
140.000
|
124.000
|
|
|
Jumlah penerimaan kas
|
1.353.536
|
1.506.567
|
1.600.000
|
1.900.000
|
1.800.000
|
1.694.000
|
|
|
Jumlah Kas Keseluruhan
|
1.453.536
|
1.556.567
|
1.650.000
|
2.143.433
|
2.145.333
|
1.872.663
|
|
III
|
Pengeluaran Kas:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Pembelian bahan baku
secara tunai
|
600.000
|
600.000
|
500.000
|
550.000
|
600.000
|
600.000
|
|
|
2. Pembayaran upah buruh
|
250.000
|
250.000
|
200.000
|
250.000
|
250.000
|
300.000
|
|
|
3. Biaya penjualan
|
200.000
|
300.000
|
200.000
|
200.000
|
250.000
|
230.000
|
|
|
4. Biaya administrasi dan
umum
|
350.000
|
350.000
|
400.000
|
400.000
|
400.000
|
420.000
|
|
|
5. Pajak penghasilan
|
-
|
-
|
100.000
|
-
|
-
|
-
|
|
|
6.
Pembayaran bunga
|
3.536
|
6.567
|
6.567
|
4.667
|
-
|
-
|
|
|
7.
Angsuran Pinjaman
|
-
|
-
|
-
|
193.433
|
466.670
|
-
|
|
|
Jumlah Pengeluaran Kas
|
1.403.536
|
1.506.567
|
1.406.567
|
1.598.100
|
1.966.670
|
1.550.000
|
|
IV
|
Saldo Kas Akhir Bulan
|
50.000
|
50.000
|
243.433
|
545.333
|
178.663
|
322.663
|