Jumat, 24 Februari 2017

motherboard

 KOMPONEN-KOMPONEN MOTHERBOARD


                                              A. Socket Prosessor / CPU SockeT

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
Socket Prosessor   merupakan tempat dimana prosessor terpasang. Kalau dilihat secara fisik, area dari socket prosessor ini selalu dikelilingi oleh 4 lubang untuk penyangga Heatsink Fun, karena Prosessor sangat memerlukan penghantar panas saat bekerja.

Pemilihan motherboard sebaiknya mempertimbangkan dengan jenis socket prosessor yang terpasang, karena socket tersebut tidak dapat dipasang oleh sembarang prosessor. Karena satu jenis prosessor sudah memiliki socketnya masing-masing, dan tidak dapat dipasang ke socket lain.
Misalnya, ketika kamu membeli motherboard dengan socket prosessor untuk AMD, jangan harap kamu bisa menggunakan motherboard tersebut dengan prosessor Intel, karena socket yang digunakan jelas berbeda. Jadi, salah satu tips saat membeli motherboard adalah memperhatikan jenis socket prosessor yang ada, usahakan socket tersebut support dengan prosessor yang terbaru.

 
                                           B. Slot Memory

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Secara fisik, bentuknya memanjang, sesuai dengan panjang RAM. Pada umumnya posisi slot memory ini bersebelahan dengan socket prosessor, dan biasanya jumlahnya lebih dari satu slot. Disinilah RAM dipasang.
Ingat, setiap jenis RAM (DDR, DDR2, DDR3) memiliki jenis slotnya tersendiri, jadi jangan sembarangan membeli RAM, harus sesuai dengan slot memory yang ada pada motherboard.


                                           C. Slot IDE dan Slot SATA

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Kedua slot ini berbeda bentuknya, tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk penghubung Hardisk atau CD-ROM ke motherboard. Ciri fisk dan slot IDE adalah bentuknya yang agak memanjang, menyesuaikan dengan kondisi fisik kabel data IDE. Sedangkan untuk slot sata, bentuk fisiknya lebih kecil, dan tidak terlalu memakan tempat, karena kabel data SATA juga bentuknya relatif kecil.

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Slot IDE umumnya dapat ditemukan di motherboard lama, bukan berarti tidak ditemukan pada motherboard sekarang. Tapi pada umumnya kebanyakan motherboard sudah mulai menggunakan SATA dan meninggalkan IDE. Jadi, kalau pilih motherboard usahakan yang memiliki slot SATA, karena hardisk IDE juga sudah jarang yang menjual (kecuali bekas).


                                         D. Slot AGP dan PCI Express x16

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

Kedua slot ini fungsinya adalah sebagai tempat dipasangnya VGA Card atau Graphic Card. Kedua slot ini berbeda jenisnya, AGP adalah jenis lama dan sudah jarang ditemukan di motherboard jenis baru. Kebanyakan motherboard sudah pada menggunakan slot PCI Express untuk penghubung dengan kartu grafis.                                    Slot PCI dan PCI Express x1
Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
 
Slot ini digunakan untuk memasang berbagai macam peripheral tambahan. PCI Express yang disini berbeda dengan yang saya sebutkan sebelumnya, karena yang pada bagian ini bentuknya lebih kecil.
PCI Express ada dua macam, yaitu PCI Express x16 (untuk VGA Card) dan PCI Express x1 (untuk peripheral tambahan).
Slot PCI ini biasanya tersedia lebih dari satu slot, karena untuk mengantisipasi banyaknya peripheral tambahan yang terpasang nantinya.


                                          E. BIOS

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya

BIOS (Basic Input Output Sistem) merupakan sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer. BIOS bertanggung jawab atas kesiapan komputer dalam melakukan booting dengan mengecek hardware yang terpasang pada komputer.
Saat ini, BIOS sudah mulai digantikan dengan UEFI yang hadir dengan teknologi yang lebih canggih. Secara fisik bentuk dari BIOS atau UEFI ini seperti chip, tempatnya pun tidak menentu di setiap jenis motherboard. Tetapi biasanya terdapat bacaan BIOS atau nama produsennya pada alasnya.
                                        

                                          F. Battery CMOS

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
Battery CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor) merupakan sebuah battery kecil yang digunakan untuk memberi daya pada BIOS dan juga untuk menyimpan semua settingan yang ada pada BIOS. Bentuk seperti battery jam tangan, hanya saja bentuknya yang lebih besar.
Dengan mencabut battery tersebut dari motherboard, itu sama saja kita mengatur ulang settingan BIOS ke pengaturan default, karena semua data yang tersimpan pada battery CMOS tersebut akan hilang. Jadi, jika kamu lupa password BIOS kamu, cabut saja battery  CMOS.


                                           G. Power Connector

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
Connector ini tidak kalah penting dari yang lainnya. Connector ini menghubungkan motherboard dengan power supply agar motherboard bisa mendapatkan daya listrik. Biasanya berjumla 20-24 pin.


                                               H. I/O Ports

Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
Bagian ini biasanya dapat kita gunakan dari luar casing. Merupakan kumpulan port sebagai input maupun output data komputer. Terdiri dari USB, LAN, VGA SERIAL, PS/2.

                                         I.  Pin Kabel Front Panel 


Bagian-Bagian Komponen Motherboard dan Fungsinya
Bentuknya seperti jarum-jarum, digunakan untuk memasang tombol power, restart, led power dan led hardisk. Untuk memasang kabel-kabel yang ukurannya sangat kecil ini, kita biasanya dibantu dengan bacaan yang ada disekitar pin front panel di setiap mothebOARD



Komponen Motherboard
Keterangan :
1.  Port Firewire : Mendukung 800MB/s untuk transfer kecepatan tinggi, untuk kamera video eksternal dan disk drive eksternal.

2.  PCI x1 : Untuk menempatkan aksesoris seperti adapter nirkabel, TV tunner dan sebagainya.

3.   PCI Express x16 : Untuk menempatkan kartu grafik/VGA card agar dapat  menghasilkan output yang berkualitas.

4. Port Audio : Untuk menghubungkan speaker.

5.  Socket Processor : Tempat terpasangnya processor/CPU (Central Processing Unit) yang sering disebut dengan otak dari komputer.

6.  Fan Headers : Untuk memberikan daya pada kipas yang terpasang pada heatsink processor dan sebagai penyedia tegangan untuk kipas processor.

7.  Socket RAM/Slot Memory : Untuk menempatkan RAM/memasang RAM.
8.  Socket ATX Power : Untuk menghubungkan konektor power dari power supply dengan motherboard.

9.  Serial ATA (SATA) : Untuk menghubungkan Disk Drive seperti harddisk atau optical drive jenis SATA

10. Header USB/Slot USB : Untuk menghubungkan Front USB dengan Motherboard

11.  Slot IDE : Untuk menghubungkan Harddisk atau Optical Drive seperti CD ROM, DVD dan
 sebagainya yang bertipe ATA dengan motherboard.

12.  Slot PCI : Slot ekspansi dimana berbagai kartu plug in dapat dipasang beberapa kartu ekspansi seperti modem, kartu jaringan dan lain-lain.

13. Slot AGP : Untuk menempatkan kartu grafik/VGA Card yang berjenis AGP.

14.  BIOS : Memori permanen tempat tersimpannya data penanggalan serta pengaturan dari komponen komputer.

15.  Chipset : Untuk mengontrol penggunaan daya dan transfer dapat pada socket maupun port yang terpasang pada motherboard.

16. CMOS Baterai : Untuk mempertahankan memori dari chip CMOS yang berisi hal-hal seperti tanggal, waktu, jenis perangkat keras dan pengaturan lainnya khusus untuk komputer.


Pengertian dan Fungsi Komponen Motherboard Lengkap+Gambar
Pengertian dan Fungsi Komponen Motherboard Lengkap+Gambar
Keterangan
1.  Socket Processor : Tempat terpasangnya processor/CPU (Central Processing Unit) yang sering disebut dengan otak dari komputer.

2.  Socket RAM/Slot Memori : Untuk menempatkan RAM/Memasang RAM.

3.  Northbridge : Sebutan bagi komponen utama yang mengatur lalu lintas data antara processor dengan sistem memori dan saluran utama motherboard.

4.  Southbridge : Sebutan bagi komponen pembantu Northbridge.

5.  PCI Express x16 : Untuk menempatkan kartu grafik/VGA Card agar dapat menghasilkan output yang berkualitas.

6. PCI x1 : Untuk menempatkan aksesoris seperti adapter nirkabel, TV tunner dan sebagainya.

7. Slot AGP : Untuk menempatkan kartu grafik/VGA Card yang berjenis AGP.

8. Slot PCISlot ekspansi dimana berbagai kartu plug in dapat dipasang beberapa kartu ekspansi seperti modem, kartu jaringan dan lain-lain.

9. BIOS : Memori permanen tempat tersimpannya data penanggalan serta pengaturan dari komponen komputer.

10. CMOS Baterai : Untuk mempertahankan memori dari chip CMOS yang berisi hal-hal seperti tanggal, waktu, jenis perangkat keras dan pengaturan lainnya khusus untuk komputer.

11. Port SATA : Merupakan antarmuka untuk media penyimpanan generasi terbaru. Digunakan untuk menghubungkan Harddisk dengan sistem komputer.

12. Port IDE : Merupakan antarmuka media penyimpanan sebelum generasi SATA.

13. Port Floppy Disk : Untuk menghubungkan mediaremovable atau media penyimpanan yang bisa dicopot yaitu Disket/Floppy Disk.

14. Port Power/ATX Power : Untuk menghubungkan konektor power dari power supply dengan motherboard.

15. Back Panel : Kumpulan port yang biasanya diletakkan di belakang casing atau wadah komputer PC.

16. Port PS/2 Mouse : Untuk menghubungkan mouse dengan komputer/PC.

17. Port PS/2 Keyboard : Untuk memasang keyboard.

18. Port Paralel : Untuk memasang perifelar kecepatan rendah dengan lebar data 8 bit. Biasanya digunakan untuk memasang printer sebelum generasi USB.

19. Port Serial : Untuk memasang perifelar kecepatan rendah dengan mode transfer data serial. Namun sekarang jarang digunakan.

20. Port SPDIF : Untuk menghubungkan komputer dengan perifelar audio seperti home theatre.

21. Port Firewire : Untuk menghubungkan peralatan eksternal kecepatan tinggi seperti Audio capture atau streaming video.

22. Port RJ45 : Untuk menghubungkan komputer dengan jaringan LAN.

23. Port USB : Untuk antarmuka dengan perifelar atau peralatan eksternal generasi baru menggantikan port paralel dan port serial.

24. Port Audio : Untuk menghubungkan komputer dengan sistem audio seperti speaker, mikrofon, line-in dan line-out.



HEatSinK

Heatsink 


heatsink adalah logam yang didesain khusus yang terbuat dari tembaga atau alumunium, yang berfungsi untuk memperluas transfer panas dari sebuah processor, dan membantu proses pendinginan processor itu sendiri.

Bentuk
 
Bentuk desain heatsink itu berbeda-beda. Bentuk heatsink untuk laptop dan komputer desktop tidaklah sama. Bahkan sesama laptop sendiri jika lain merek dan tipe, bentuk heatsinknya sudah berbeda. Begitu juga pada komputer desktop. Malahan untuk model heatsink itu sendiri, setiap tahunnya selalu ada perubahan.

Bahan


Bahan yang paling sering digunakan untuk pembuatan heatsink ini adalah tembaga dan alumunium. Tentu ada alasannya, sebab gabungan kedua bahan ini adalah sangat baik untuk menyerap panas dan mendinginkannya.

Bahan tembaga memiliki konduktifitas tinggi, atau bahan yang bagus untuk menghantarkan panas. Namun, tembaga tidak bisa melepaskan panas dengan cepat jika dibanding alumunium.

Sedangkan alumunium, bahan ini memiliki sifat menyerap panas yang lebih rendah dari tembaga, namun ia lebih cepat untuk melepaskan panas yang diserapnya.

Oleh karena itu dari kekurangan dan kelebihannya masing-masing, saya meihat ada beberapa heatsink yang dibuat atas gabungan dari dua bahan tersebut. Tentunya kinerja yang dihasilkan lebih baik, karena mengambil kelebihan tembaga yang cepat menyerap panas, dan kelebihan alumunium yang cepat mendinginkan panas.


Contohnya heatsink Laptop
 .Penghantar panasnya menggunakan tembaga, sedangkan yang digunakan untuk mendinginkan panasnya dari bahan alumunium. 

Ini Contoh heatsink Laptop..

gambar heatsink laptop


Cara kerja heatsink

Jadi begini, ketika komputer atau laptop dihidupkan, otomatis processor menjadi panas. Nah, disitulah perannya heatsink, untuk menyerap panas dari processor dan menyebarkannya keseluruh bagian heatsink, lalu mendinginkan dan melepaskan panas tersebut dengan bantuan fan atau kipas pendingin yang terpasang di atas heatsink.

CATATAN: Jangan pernah memaksakan komputer atau laptop dihidupkan tanpa heatsink. Meskipun di dalam mainboard terdapat sistem yang bisa mematikan komputer secara otomatis saat processor mengalami panas yang melebihi standar. Jika Anda berulang-ulang memaksa komputer Anda hidup tanpa heatsink, itu akan sangat berbahaya bagi processor Anda.


Fungsi

Heatsink ini berfungsi untuk membantu proses pendinginan sebuah processor. Apabila Semakin luas permukaan perpindahan panas sebuah benda maka akan semakin cepat proses pendinginan benda tersebut. oleh karena itu heatsink ini sangatlah berguna untuk kinerja sebuah komputer.


Ada berbagai macam bentuk heatsink antara lain sebagai berikut:


1.     heatsink.  
Heatsink adalah logam dengan design khusus yang terbuat dari alumuniun atau tembaga (bisa merupakan kombinasi kedua material tersebut) yang berfungsi untuk memperluas transfer panas dari sebuah prosesor. Perpindahan panas terjadi menggunakan aliran udara di dalam casing. jadi metode pendinginan ini tidak cukup efektif, karena sangat bergantung kepada aliran udara di dalam casing. jika aliran udaranya teranggu, maka bisa dipastikan prosesor akan kepanansan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijkT1BV2gXtXTLiEr0n9iF1TGZMCnlNRxr_mYoMMLJ00oWTrimAbL5eRl9rTVUA-TuVGdw40-owhEe9MCnWcPRp6UlZdUtQyxHOI4xISijdeSGkJBahWXEOacUev7ow7ni3QAxFP-aksE/s1600/het.jpg

2.         heatsink fan (HSF). 
 Cara kerja dari HSF mirip seperti pada pendinginan menggunakan heatsink, tetapi pada HSF ditambahkan sebuah kipas untuk mempercepat proses transfer panas. HSF bekerja lebih baik daripada Heatsink. pada masa kini HSF menggunakan teknologi heatpipe yaitu pipa tembaga kecil untuk transfer panas dengan menggunakan konsep kapilaritas.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRziHj_fYvjcTaYztTrgUqssPcQ0MnwTq59wbh1F_VhUxwBxB3mhGAz3-TujtKUvL0ntWgv22Hr2WHOPGxuYKdtXzWkGhLDGeQSejfuJLyAaw8etWwn7VQwQGORgc-msprfXvPwgwquuU/s1600/hets.jpg      


 3.       mwater cooling
 Teknik pendinginan CPU menggunakan water cooling adalah dengan menggunakan cairan pendingin (biasanya berupa air)yang dialirkan menggunakan peralatan khusus untuk water cooling. peralatannya biasanya terdiri dari water block yang dipasangkan ke pengait prosesor dimotherboard, pompa air, dan radiator. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS7aD6DIeO8KB2QIJaoEYZm_l9IDM0x-nfyrsac84cVzOCSz2_2r3bjSd8RcF-LQ5FfFShQOYu1ZdlQFxabfRV7NN4zim6vA_-HP7L7iSC4XJe8HtSluag8wJNErWqPRZ-WZJAxwJG8WM/s1600/wtr.jpg                            












4.      Dry ice dan nitrogen cair. 
Prinsip pendingin tipe ini sangat simple, processor yang akan didinginkan ditempelkan langsung dengan dasar tabung tembaga (bonk) yang artinya bonk tersebut akan diisi dengan dry ice atau nitrogen cair.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwxvlQJsQJxcqhLFNzKaRFQthnEEuanoLBEgUdn_Kd-LTu3D1xwUsboNIEi3CKPjE-dRfLGaeoyabb44mXqLuM7kFLmxauWTuwsPpyToTpd5wtgM_HsPpAcIi3kHTUOGCw7IjdWREgrXA/s1600/pcc.jpg

                                                                                                       
5.      Phase-change cooler. 
 Pendingin tipe ini serupa dengan pendingin yang digunakan pada kulkas diman pandingin akan didorong dengan kompresor. 

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeL2EtSifa0Q0rCaZmueObdwj_nGcKDLV68kEquVXrkQFSV4BzaMtNisqV0uWf6K0V6tO7_ejkJ7kDEFC3jYFi0Hwc78A1NZLPVkShyphenhyphenbk8-cd5y9LhgiBFWoIpLjr7kj-lYr3Ae9GOaes/s1600/dcn.jpg


  6.      TEC (Thermoelectric Cooler). 
Prinsip kerja pendingin ini adalah dengan mengalirkan arus listrik ke salah satu sisi logam sehingga disatu sisi logam akan dingin dan disisi logam yamg lain akan panas.

             https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBWbSbJ1qrK3_1lOhtuaSsBcg-_V22jVErdAvqZFQcKwPXZjbINnZocNUysfDo336mmZlFswfbmuTrYII6dlidhHEWkO6D3ZBLiCCGm5UOfwFzYB4zfbyLRFwj_0G2aZiyDf0hSbxVPEA/s1600/tec.jpg    

       Adapun Cara Memasang Heatsink
index_clip_image002_0026

1. Perhatikan empat lubang di motherboard – sedangkan orientasi dari heatsink dapat ke arah mana saja. Pilih dari masing-masing dari 2 pins secara diagonal, kemudian tekan ke bawah secara bersamaan. Tekan sampai anda mendengar bunyi “click”. Pin akan mengunci ketika kaki-kaki pin telah masuk ke motherboard.
index_clip_image024
2. Pada dua gambar dibawah ini anda dapat melihat pins yang dimaksud, Yang pertama yang tidak terkunci, dan yang kedua dalam keadaan terkunci.


https://muhridwanfauji.files.wordpress.com/2013/05/index_clip_image002_0026.jpg index_clip_image002_0025


3. Terakhir, sambungkan kabel power connector dari kipas / fan pada heatsink dengan sambungannya pada motherboard. Petunjuknya dapat dilihat pada label/keterangan tulisan ” CPU Fan ” pada motherboard.
index_clip_image026

   

Kamis, 02 Februari 2017

POWER SUPLY

PENGERTIAN, CARA KERJA, FUNGSI DAN JENIS-JENIS POWER SUPPLY  

OLEH:WINDA


Power-Supply-Komputer

I.   PENGERTIAN POWER SUPPLY
 
POWER SUPLY
                  adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll.
 Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.
 

II.  FUNGSI POWER SUPPLY
 
1. Fungsi Power Supply Pada Komputer.
          Fungsi Power Supply pada komputer adalah sebagai perangkat keras yang memberikan atau menyuplai arus listrik yang sebelumnya diubah dari bentuk arus listrik yang berlawanan atau AC, menjadi arus listrik yang searah atau biasa disebut sebagai arus DC. Power supply menyuplai arus listrik DC yang dibutuhkan oleh perangkat keras di dalam komputer beberapa contoh hardware yang membutuhkan arus listrik DC adalah harddisk, fan, motherboard dan lain-lain. Power supply juga memiliki kenektor kabel yang masing-masing konektor kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda yang sangat dibutuhkan oleh komputer pada saat ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa power supply merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam mengoperasikan suatu komputer.
 
2. Fungsi Power Supply berdasarkan beberapa jenis konektor 
      Power supply memiliki banyak konektor. Dan masing-masing dari konektor memiliki fungsi yang berbeda. Walaupun sebagian kabel memiliki tegangan listrik yang sama, tetapi setiap konektor sudah dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Untuk pengenalan, 

DIBAWAH INI ADA BEBRAPA TIPE KONELTOR POWER SUPLY 


a. ATX power connector (20pin + 4pin) :
 
 
 
conn_atx_classic2
                                  ATX 20/24 pin konektor digunakan untuk menghubungkan power supply unit (PSU) ke motherboard. Versi lama dari ATX motherboard masih menggunakan ATX 20 pin konektor, jika kita menggunakan motherboard yang terbaru sudah membutuhkan ATX 24 pin konektor. Konetktor ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama berjumlah 20 pin dan bagian kedua 4 pin. Jika kita menggunakan motherboard yang baru maka gabungkan antara 20 + 4 pin konektornya.
 
 
b. AT power connector (12 pin) :
 

                          Konektor ini digunakan untuk motherboard kelas Pentium II kebawah. Konektor yang memiliki 12 kabel ini dikelompokkan terpisah menjadi 2 bagian. Bagian pertama disebut Konektor P8 dan bagian kedua disebut P9. Masing-masing konektor memiliki 6 kabel. Untuk menghindari kesalahan dalam pemasangan, kita cukup mempertemukan konektor yang memiliki kabel hitam di tengah-tengah.
 
c. Molex connector :
 

                         Konektor ini digunakan sumber tenaga bagi harddisk dan cd drive. Kadang sebagian produsen juga membuat fan / kipas pendingin, lampu-lampu dan asesoris lainnya menggunakan konektor ini. Konektor ini memiliki 4 kabel yang berbeda warna, yaitu Merah, Hitan dan Kuning. Setiap warna memiliki sumber tegangan yang berbeda-beda pula.


d. Berg connector :
 

                           Merupakan konektor ukuran mini dari Molek. Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external audio card. Warna yang digunakan sama dengan molek konektor, yaitu Warna Kuning (+12V), Merah (+5V) dan Hitam (0V atau Ground). Karena penggunaan konektor ini jarang sekali, makanya pada setiap PSU hanya berjumlah 1 atau 2 paling banyak.


e. ATX 12V (Intel) 4 pin connector :
 
eps4plus4

                Konektor ini kebanyakan dipakai oleh para pengguna yang menggunakan Processor buatan Intel. Fungsi dari konektor ini adalah sebagai penyedia tenaga tambahan sebesar 12 V untuk Pentium 4 CPU. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan. Sekarang sebagian AMD motherboard juga sudah menggunakan konektor ATX 12V ini.


f. pin PCI-E connector :
 
162146-front2
Konektor yang satu ini memang jarang ditemukan untuk semua PC. Biasanya orang yang menggunakan PSU ini adalah orang yang bekerja di bidang Multimedia khususnya Video. Karena konektor ini hanya digunakan sebagai penambah daya untuk video card yang menggunakan slot PCI Express. Jika kita menggunakan Videoa Card jenis ini, tentu saja kita harus memiliki PSU yang mendukung untuk konektor ini.


g. SATA Power connector :
 
satapowerfaq

 
             Konektor ini merupakan jenis terbaru yang biasa digunakan untuk power pada Hard Disk SATA (serial ATA). Konektor ini disambungkan melalui Molek konektor (extended).
 
 
3. Fungsi Power Supply Berdasarkan Management Kabelnya
  Power Supply juga dibedakan berdasarkan management pemasangan kabelnya. yaitu power supply non-modular dan power supply modular. Secara populasi, power supply non-modular lebih banyak di jual di pasaran karena memang segmen-nya untuk kalangan kantong pas-pas-an. Yang membedakan adalah management pemasangan kabelnya. Untuk lebih jelaskan lihat gambar perbedaannya berikut.

                       #. power Supply non modular

 Modular_2_zps8d23ceb5
Gambar diatas contoh power supply non-modular. Terlihat kabel dijadikan satu bundle dan keluar dari 1 lubang serta tidak bisa dilepas pasang, jadi jika ada kabel yg tidak digunakan maka kabel itu tetap menjuntai, dari kerapian agak menganggu dan tentunya juga mempengaruhi sirkulasi udara di casing.


                           #.  power Supply modular
 A406-1111-main01-op
Sedangkan 2 gambar diatas adalah contoh power supply modular, tiap kabel bisa dilepas pasang sesuai kebutuhan. Dengan demikian, managament kabel akan lebih mudah, otomatis kualitas sirkulasi di casing komputer juga ikut terbantu. Kekuranganya dari segi harga, pasti lebih mahal ketimbang yang non-modular.

 
 III. JENIS-JENIS POWER SUPPLY
 
 
Jenis-Jenis-Power-Supply
     
                                 Jenis-Jenis Power Supply yang terdapat pada kebanyakan komputer sekarang ini terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis power supply tersebut adalah Power Supply AT dan Power Supply ATX. Dari kedua jenis power supply tersebut memiliki beberapa perbedaan dan fungsinya.
 
1. Power Supply AT
 
gfg
 
Power Supply AT merupakan jenis power supply yang tergolong lawas. Pada masa kejayaannya, power supply jenis ini banyak digunakan oleh komputer Pentium II dan juga Pentium III. Meskipun kini sangat jarang ditemui, namun Power Supply AT sesungguhnya memiliki berbagai kelebihan. Power supply jenis ini memiliki kabel power yang terhubung ke motherboard yang terbagi menjadi dua, yaitu konektor P8 dan P9. Resiko kesalahan pemasangan dengan menggunakan power supply jenis ini pun sangat sedikit, mengingat untuk pemasangannya dibutuhkan ketelitian tinggi. Kesalahan yang biasa terjadi saat pemasangan power supply adalah terbalik mengingat terdapat dua konektor penghubung. Untuk pemasangan yang benar anda harus memperhatikan kabel power warna hitam pada masing-masing konektor. Pasangkan tepat pada tengah-tegah sambungan untuk menghindari konsleting. Untuk mematikan Power Supply AT, anda harus menekan tombol power secara langsung mengingat power supply jenis ini terhubung secara langsung ke chasing computer.
 
 
2. Power Supply ATX.
 
Jenis-Jenis-Power-Supply
      Power supply jenis ini memiliki tampilan yang lebih simpel dibandingkan power supply sebelumnya. Untuk jenis power supply satu ini kabel konektor dengan motherboard sudah menjadi satu dengan jumlah total 20 PIN. Oleh karena itu, Power Supply ATX sering juga disebut dengan ATX 20 PIN. Untuk pemasangannya sendiri, power supply jenis ini tergolong sangat mudah. Hal tersebut mengingat jika terjadi kesalahan dalam pemasangan maka port pada motherboard dengan konektor tidak akan menyatu. Hindari pemaksaan saat pemasangan karena dapat menebabkan kerusakan baik pada port maupun pada konektor.
      Kelebihan dari Power Supply ATX dibandingkan dengan AT adalah pada tombol powernya. Untuk ATX 20 PIN sendiri sudah dilengkapi dengan auto shutdown yang berfungsi mematikan power supply ketika computer dimatikan. Sehingga kita tidak perlu susah payah untuk menekan tombol power seperti pada Power Supply AT. Dari jenis-jeins power supply diatas, Power Supply ATX menjadi primadona untuk power supply saat ini. Hal tersebut terbukti dari banyaknya pengguna komputer yang memilih untuk menggunakan power supply yang satu ini.